Senin, 12 Desember 2016

Peran Keluarga dalam Mencegah Korupsi

Mengapa peran serta keluarga dalam mencegah korupsi sangat dibutuhkan? Jika kita runut lebih dalam, seringkali tindak korupsi dilakukan atas motivasi himpitan ekonomi atau karena tuntutan di dalam keluarga. Alasan ini adalah alasan utama yang sering dikemukakan oleh mereka yang melakukan tindak korupsi barulah kemudian disusul karena tidak adanya pengawasan, tidak takut ketahuan dan karena alasan sistem yang tidak bagus.

Karena tuntutan keluarga menjadi satu-satunya alasan yang paling sering dikemukakan oleh para koruptor sama maka wajar apabila kita menempatkan keluarga sebagai salah satu media yang seharusnya bisa membantu mencegah korupsi. Peran penting keluarga dalam mencegah korupsi bisa optimal apabila beberapa poin penting berikut ini bisa ditanamkan dan diajarkan sejak dini. Diantaranya adalah:
 
1. Kejujuran
Sebuah kejujuran saat ini begitu mahal harganya dan sangat sulit menemukan orang jujur. Jujur berarti tidak suka berbohong, tidak suka berbuat curang dan memiliki hati yang tulus dan bersih serta lurus. Sifat jujur bisa ditanamkan melalui lingkungan terkecil yaitu keluarga dengan memberikan contoh kepada anak-anak atau dengan mengajarkan nilai-nilai kejujuran setiap hari.

Kejujuran antara ibu dan ayah, maupun antara orang tua kepada anak atau sebaliknya adalah bekal untuk menghadapi dunia luar yang lebih keras. Dalam kehidupan sosial, sifat jujur yang dibawa dari keluarga akan tetap bisa diandalkan untuk selalu melakukan tindakan positif dan menjauhi berbagai tindakan tak terpuji seperti korupsi.

Kejujuran adalah sesuatu yang sangat bernilai tidak hanya di dalam lingkungan terkecil berupa keluarga melainkan juga di lingkungan masyarakat yang lebih luas. Kejujuran bisa dibaratkan seperti uang yang akan selalu bernilai dan akan selalu dihargai oleh siapapun.

Jika ketidakjujuran tertanam di sebuah keluarga, maka keluarga yang lain akan otomatis menyebabkan keragu-raguan di dalam hati anggota keluarga yang lain. Sehingga akibatnya, tidak ada saling percaya. Tidak hanya itu, akibat hilangnya saling percaya di dalam keluarga menyebabkan ketidaknyamanan bagi anggota keluarga yang lain dan akan selalu menaruh curiga karena potensi untuk berbuat curang dan tidak jujur sangat besar.
 
2. Kepedulian
Sebuah kepedulian memiliki nilai yang sangat penting bagi anggota keluarga dan begitu juga dengan masyarakat. Orang tua berperan penting dalam mendidik anak terutama mengajarkan mereka mengenai nilai-nilai kepedulian terhadap sesama. Karena mereka merupakan tulang punggung keluarga atau calon pemimpin di masa yang akan datang.
 
Ketika anak tumbuh dan berkembang, nilai-nilai kepedulian harus terus dipupuk dan diajarkan oleh ayah maupun ibu atau oleh saudara-saudaranya yang lebih tua agar anak memiliki tingkat kepekaan sosial yang lebih baik sehingga enggan untuk melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji atau tindakan curang serta tindakan yang dapat merugikan orang lain.
 
3. Disiplin
Di dalam banyak keluarga, kedisiplinan selalu diajarkan sebagai pendidikan yang paling utama karena sifat disiplin memegang peranan penting dalam sebuah keberhasilan. Hal tersebut tentu saja sudah disadari oleh sebagian besar keluarga di Indonesia. Disiplin tidak harus hidup kaku dengan peraturan-peraturan yang keras ala militer, namun disiplin bisa dilakukan dengan sebuah ketegasan dalam mengelola waktu, bertanggung jawab, memegang kepercayaan, dan lain-lain.
 
4. Mandiri
Sifat mandiri akan mengajarkan seseorang untuk selalu bekerja keras dalam meraih setiap keinginannya. Kemandirian sangat dibutuhkan untuk mendewasakan seseorang sehingga dalam kehidupannya ia akan lebih siap memikul tanggung jawab dan mengerjakan setiap tugas yang diberikan kepadanya.

Kemandirian dan kerja keras juga akan membantunya menghindari berbagai perbuatan yang dapat merugikan orang lain seperti korupsi yang bertujuan untuk memperkaya diri sendiri atau untuk menguntungkan diri dengan menghalalkan segala cara.
 
5. Tanggung jawab
Nilai-nilai penting lainnya yang harus diajarkan di dalam keluarga yang bisa digunakan untuk mencegah anggota keluarga melakukan tindak korupsi adalah tanggung jawab. Tanggung jawab terhadap setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh masing-masing keluarga akan membuat mereka berpikir lebih jauh dan lebih luas serta lebih bijak dalam mengambil setiap keputusan agar tidak merugikan orang lain.
 
6. Hidup sederhana
Hidup sederhana bukan berarti hidup hina. Hidup sederhana atau hidup dengan meninggalkan gaya hidup mewah dan konsumtif yang seringkali menyebabkan orang tersebut memiliki sifat pamer, besar kepala, iri hati, sombong dan selalu ingin dipuji adalah gaya hidup yang harus diajarkan kepada anak sejak dini agar mereka tidak berubah menjadi tamat. Karena sifat tamak atau rakus adalah salah satu faktor penyebab seseorang melakukan korupsi.
 
7. Bersikap adil
Tidak banyak orang tua yang bisa memberikan keadilan atau rasa keadilan kepada anak-anak mereka, akan tetapi, dengan belajar orang tua akan bisa memberikan dan mencontohkan arti keadilan kepada anak-anak agar tidak berat sebelah atau agar anak-anak merasa tidak di diskriminasi.

Nilai keadilan yang diajarkan sejak di lingkungan terkecil yaitu keluarga akan serta merta membuat anak-anak ingin selalu berbuat adil di luar atau di lingkungan sosialnya. Bahkan, sifat tersebut akan membuat mereka menjauhi tindakan korupsi yang tentu saja dianggap tidak adil oleh masyarakat banyak.

Itulah beberapa nilai-nilai penting yang harusnya diajarkan di dalam keluarga untuk mencegah korupsi karena keluarga memiliki peran yang sangat penting. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Hari Anti Korupsi Internasional yang diselenggarakan KPK dan Blogger Bertuah Pekanbaru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar